Profil

Foto Saya
Pangkep, Sul-Sel, Indonesia
"Kepada siapa lagi tugas guru akan diberikan, kalau sang guru sendiri sudah merasa TUA,SAKIT,TIDAK BISA,dan LOYO?"...

Rabu, 12 Januari 2011

PTS Pengawas Sekolah









Melihat luasnya kajian di bidang pendidikan, maka masalah yang diangkat dalam penelitian untuk pengembangan profesi pengawas sekolah, hendaknya difokuskan pada permasalahan yang dihadapi langsung secara nyata oleh pengawas dalam praktek tugas kepengawasan, yaitu tugas memantau, menilai, membina sekolah dan melaksanakan tindak lanjut seperti berikut:
1. Bagaimana bimbingan terhadap sekolah dalam pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
   (KTSP).
2. Bagaimana bimbingan terhadap sekolah dalam menyusun kurikulum muatan lokal yang penyusunannya
    melibatkan beberapa pihak terkait.
3. Bagaimana pemantauan terhadap sekolah dalam melaksanakan program pengembangan diri melalui
    kegiatan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler.
4. Bagaimana membina guru dalam merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi
    tertentu
5. Bagaimana sekolah melalui MGMP dalam mengembangkan silabus secara mandiri atau cara lainnya
    berdasarkan standar isi, standar kompetensi lulusan, dan panduan penyusunan KTSP.
6. Bagaimana bentuk binaan terhadap hasil pelaksanaan pemantauan proses pembelajaran yang mencakup
    tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap penilaian hasil pembelajaran.
7. Bagaimana strategi supervisi proses pembelajaran melalui cara pemberian contoh, diskusi, pelatihan, dan
    konsultasi.
8. Bagaimana model bimbingan terhadap guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi
    pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran.
9. Bagaimana bimbingan terhadap peningkatan kemampuan manajerial kepala sekolah yang ditunjukkan
    dengan keberhasilan mengelola pendidik dan tenaag kependidikan dan siswa.
10. Bagaimana bimbingan terhadap peningkatan kemampuan kewirausahaan kepala dalam mengelola
      kegiatan produksi/jasa sebagai sumber belajar siswa
11. Bagaimana teknik menilai sekolah dalam merumuskan dan menetapkan visi, misi dan tujuan lembaga.
12. Bagaimana teknik membimbing menyusun dan melaksanakan rencana kerja jangka menengah (empat
      tahunan) dan rencana kerja tahunan.
13. Bagaimana pendekatan yang dilakukan terhadap sekolah dalam melaksanakan kegiatan pengembangan
      kurikulum dan pembelajaran.
14. Bagaimana bimbingan terhadap sekolah dalam melaksanakan kegiatan evaluasi diri untuk menyusun profil
      sekolah.
15. Bagaimana bimbingan terhadap sekolah untuk melaksanakan evaluasi kinerja pendidik dan tenaga
     kependidikan.
16. Bagaimana arahan terhadap sekolah melaksanakan sistem informasi manajemen untuk mendukung
      administrasi pendidikan.
17. Bagaimana upaya mendorong sekolah untuk menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
      dalam sistem pengelolaan pembelajaran.
18. Bagaimana strategi melakukan evaluasi terhadap pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan pada
      sekolah-sekolah binaannya.
19. Bagaimana pendekatan atau strategi untuk mendorong guru dan kepala sekolah dalam merefleksikan
      hasil-hasil yang dicapainya dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya.
20. Bagaimana membimbing sekolah dalam menyusun pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam
      penyusunan Rencana Anggaran dan Belanja (RAB).
21. Bagaimana membimbing sekolah dalam menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setiap mata
      pelajaran.
22. Bagaimana upaya mendorong sekolah dalam menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan
      akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, iptek, estetika, serta jasmani, olahraga, dan kesehatan
       sesuai dengan standar nasional pendidikan.

Prosedur Pelaksanaan: Merencanakan dan Melaksanakan Penelitian Tindakan Sekolah
1. Perencanaan Tindakan
    Pada tahap ini, sebutkan semua yang menjadi perencanaan dalam kegiatan penelitian, seperti:
a. Menentukan sekolah atau subyek penelitian (setting dan karakteristik subyek penelitian)
b. Menetapkan fokus observasi dan aspek-aspek yang akan diamati,
c. Menetapkan jenis data baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif dan cara pengumpulannya serta perencanaaan metode dan teknik pengolahan data sesuai dengan sifat data dan tujuan penelitian
d. Menentukan pelaku observasi (observer), alat bantu untuk mengamati dan merekam atau mendokumentasikan semua informasi tentang pelaksanaan tindakan beserta dampaknya, pedoman observasi, dan pelaksanaan observasi,
e. Menetapkan cara pelaksanaan refleksi dan pelaku refleksi,
f. Menetapkan kriteria keberhasilan dalam upaya pemecahan masalah atau penentuan bukti yang akan dijadikan indikator untuk mengukur pencapaian pemecahan masalah sebagai akibat dilakukannya tindakan.
g. Perencanaan tindakan – tindakan lainnya yang diharapkan akan menghasilkan dampak kearah perbaikan program.

2. Pelaksanaan Tindakan
Pada tahap ini deskripsikan tindakan yang akan dilakukan, meliputi pelaksanaan rencana tindakan yang telah disiapkan, termasuk didalamnya langkah-langkah pelaksanaan atau praktik pendidikan di sekolah dalam setiap siklus. Deskripsikan pula yang mungkin dilakukan sehubungan dengan pelaksanaan program kegiatan di sekolah sebagai bentuk nyata pelaksanaan tindakan dalam penelitian.
3. Tahap observasi
Pada tahap ini deskripsikan tentang pelaksanaan observasi, meliputi siapa yang melakukan observasi, cara pelaksanaan observasi, alat bantu observasi, dan data yang hendak dikumpulkan, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan observasi seperti yang telah disiapkan pada saat membuat perencanaan tindakan sebelumnya. Pada tahap ini data yang diperoleh diusahakan sampai jenuh, disertai triangulasi.
4. Tahap Analisis dan Refleksi
Pada tahap ini, deskripsikan prosedur analisis data yang dilakukan, misalnya semua data yang terkumpul diolah melalui tahapan:
 reduksi data, jika terdapat data yang btidak diperlukan
 Penyederhanaan data
 Tabulasi data
 Penyimpilan data.
Selanjutnya hasil analisis data akan digunakan sebagai bahan refleksi. Deskripsikan bagaimana refleksi dilakukan, kapan, dan siapa saja yang terlibat dalam kegiatan refleksi, serta jelaskan mengapa refleksi dilakukan.

5. Indikator Kinerja (Kriteria keberhasilan)
Pada bagian ini, deskripsikan tolok ukur keberhasilan yang ditargetkan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Untuk menetapkan tolok ukur sesuaikan dengan kondisi sekolah, subyek penelitian dan masalah yang diangkat, misal tingkat keberhasilan atau tingkat ketercapaian hasil belajar, kompetensi lulusan, standar penilaian, dll.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Chating + Facebook

Google+ Followers